Memeluk Lelah, Merawat Jiwa
Dalam bentang modernitas, perempuan sering kali berdiri di persimpangan jalan yang riuh. Kita adalah penenun banyak peran: tangan yang mengelola rumah tangga, pikiran yang memacu profesionalitas, dekap hangat seorang ibu, teduh seorang istri, sekaligus (dalam kisah saya) gairah seorang pembelajar di jenjang doktoral. Konstelasi peran ini memang menunjukkan kapasitas adaptasi yang luar biasa, namun di balik itu, tersimpan lapisan tuntutan yang kian kompleks.
Secara personal, saya merasakan denyut di titik temu peran-peran tersebut. Dalam satu rotasi Matahari, saya bertransisi dari ruang domestik ke podium profesional. Dari lembutnya pengasuhan ke tajamnya analisis akademik.
Di satu sisi, keberagaman ini adalah sumber makna dan identitas. Namun di sisi lain, ia adalah beban yang tak selalu kasat mata.
Dunia literatur psikologi mengenal fenomena ini sebagai role overload dan role conflict.
Role Overload: Terjadi saat tuntutan hidup melampaui kapasitas waktu, energi, dan sumber daya psikologis yang kita miliki.
Role Conflict: Muncul saat ekspektasi dari satu peran mulai berbenturan dengan peran lainnya.






